Header Ads

Header ADS

Moch. Amrodji Pimpin DPW LDII Jatim Periode 2020-2025


Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Jawa Timur telah menyelesaikan musyawarah wilayah (Muswil) IX dengan terpilihnya Moch. Amrodji sebagai Ketua DPW LDII Jawa Timur dengan masa jabatan 2020-2025. Meski dipilih secara aklamasi, sempat muncul tiga nama, yakni Amien Adhy Ketua DPW LDII Jawa Timur 2015-2020, Bashori, dan Moch. Amrodji. Moch. Amrodji sebagai Ketua DPW LDII Jawa Timur untuk masa jabatan 2020-2025 dalam sambutannya mengajak semua pengurus organisasi, baik di tingkat provinsi (DPW), kabupaten/kota (DPD), hingga pengurus cabang dan anak cabang untuk melaksanakan amanah organisasi. “Amanah itu berupa melaksanakan fungsi pelayanan, perlindungan, dan pengembangan,” ujar Amrodji. 

Seluruh koordinator bidang dan departemen harus memaksimalkan dirinya dalam beramal saleh dan diniyati ibadah kepada Allah agar pelayanan DPW LDII lebih maksimal. “Antara lain memperkuat kesekretariatan supaya bisa mandiri dan mampu melaksanakan tugas organisasi,” tambah Amrodji. Sementara di bidang perlindungan hukum, fokusnya adalah membuat warga LDII tenang berada di bawah naungan organisasi. Mereka bangga bergabung di bawah naungan LDII, dan bisa melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. “Sementara untuk pengembangan, LDII kian bertambah anggotanya dan saya akan melanjutkan kerja para ketua terdahulu,” terang Amrodji. Ia mengatakan Chriswanto Santoso yang menjabat sebagai Ketua DPW LDII Jawa Timur sejak 1991-2015 telah meletakkan pondasi yang kuat, sementara Amien Adhy membangun hubungan dengan pemerintah dan ormas Islam lainnya, sehingga LDII terus berkembang.

Pj Ketua Umum DPP LDII Chriswato Santoso saat sambuta mengingatkan, agar pengurus DPW LDII Jawa Timur mampu komitmen dan konsisten. “Tanpa komitmen kita tidak bisa mulai, kalau tidak konsisten susah mengakhiri,” ujar Chriswanto. Menurutnya, komitmen LDII adalah untuk membangun bangsa dan negara, LDII untuk bangsa. “Dalam wilayah Jawa Timur, tentu DPW LDII Jawa Timur harus kerja keras dengan amanah, insya Allah bila bekerja dengan amanah yang berarti mengikuti tuntunan Alquran dan Alhadits, maka Allah meridhoi,” kata Chriswanto. Dalam kesempatan itu, Chriswanto mendukung langkah Amrodji yang menyesuaikan program kerja DPW LDII Jawa Timur berupa delapan klaster pengabdian, disesuaikan program kerja Pemprov berupa Nawa Bhakti Satya, untuk mewujudkan masyarakat Jawa Timur yang sejahtera.

Acara Muswil dihelat di Aula Pondok Pesantren Sabilurrosyidin, Surabaya, Jawa Timur. Acara Muswil LDII Jawa Timur tersebut dihelat secara daring. “Acara ini dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi Zoom dan Senkom Digital Communication,” ujar Ketua Panitia Muswil LDII Jawa Timur, Dadang Zahrawanugraha. Muswil secara daring ini, dilaksanakan sehubungan masih tingginya angka Covid 19. Muswil diikuti 38 kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur. Mereka berada di 38 studio mini, tersebar dengan peserta ulama, pengurus pleno DPW LDII Jawa Timur, pengurus pleno DPD LDII, dan peninjau.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membuka Muswil LDII Jawa Timur mengatakan, program kerja Nawa Bhakti Satya menjadi framework Pemprov Jawa Timur dikerjakan oleh banyak lembaga dan instansi. Semuanya bergerak bersama dan mencapai titik temu, untuk menyejahterakan masyarakat Jawa Timur. “Pendidikan karakter yang selama ini bisa dilakukan dalam keluarga atau pesantren, cukup sulit bila dilakukan secara virtual. Untuk itu saya mendukung LDII yang mengembangkan aplikasi Pondok Karakter. Karena dalam pandemi ini butuh kreatifitas untuk tetap membangun karakter bangsa, di saat pertemuan langsung dibatasi,” ujar Khofifah.

Khofifah menganalogikan, membangun karakter memerlukan contoh atau teladan, namun di saat sekolah atau pesantren memberi pelajaran melalui virtual, pemberian teladan ini menjadi tidak mudah. Khofifah mengingatkan kepada para peserta Muswil LDII Jawa Timur, agar terus mengedepankan pendidikan atau ilmu, “Kita sering diajarkan untuk mendapatkan dunia, ukhrowi (akhirat) atau keduanya dengan ilmu. Untuk itu saya mendukung LDII yang memasukkan pendidikan dalam program kerjanya,” kata Khofifah. Ia juga mendukung paparan Pj Ketua Umum DPP LDII mengenai konsep bekerja sama, “Kompetisi di luar kita menghadapi raksasa bahkan monster ekonomi, bila yang kecil-kecil bersatu maka akan menjadi kuat. Dan selanjutnya menjadi besar,” ujar Khofifah.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.